Gunung Marapi, Pasir Hitam dan Hamparan Taman Edelweiss

Gunung Marapi

“Ayo kak semangat! Setidaknya sampai di Tugu Abel Tasman aja udah mantap itu!” seru salah seorang adik kelasku dititik lelahku menuju salah satu spot di Gunung Marapi Sumatera Barat ini, Tugu Abel Tasman.

Seiring dengan bersliwerannya cerita dibalik tugu ini dari mulai dari cerita seorang pemuda yang dengan gagah berani menolong salah seorang pendaki perempuan dari batu-batu yang melayang yang berasal dari dalam perut bumi erupsi Gunung Marapi Sumatera Barat di tahun 1992 sampai dengan cerita bahwa dengan kerasnya batu sebesar bola kaki menghantam langsung ke kepala pemuda ini. Tapi tentu bukan cuma itu yang saat itu ada dikepala saya, tapi lebih bagaimana saya bisa mengumpulkan tenaga untuk bisa sampai ke salah satu Puncak Gunung Berapi paling aktif di Sumatera dengan tinggi 2,891 meter diatas permukaan laut, sudah meletus lebih dari 50 kali sejak tahun 1800-an dan menjadi salah satu jajaran bukit barisan yang membentang di Pulau Sumatera.

 

Tidaklah terlalu jauh jarak gunung berapi ini dari tempat saya tinggal tapi entah mengapa perjalanan pendakian ini baru saya lakukan ketika umur saya beranjak 17 tahun. Dengan jarak tidak lebih dari 50Km atau kurang lebih 1 jam perjalanan menggunakan kendaraan umum dari tempat saya tinggal Kuranji Lima Puluh kota Payakumbuh menuju pos terdekat di Gunung Marapi Kabupaten Agam ini perjalanan itu saya mulai bersama teman-teman.

gunung marapi

Persiapan dari mulai persiapan fisik dan mental sudah kami persiapkan dan tidak pula lupa perlengkapan hiking yang perlu juga anda persiapkan :

Daftar Perlengkapan Camping/ Hiking

Carrier 1 Buah 1x Perjalanan
Sepatu Gunung 1-2 Pasang 1x Perjalanan
Matras 1-2 Buah 1x Perjalanan
Masker 2-3 Buah 1x Perjalanan
Sarung Tangan 2-3 Pasang 1x Perjalanan
Topi/Kupluk 1-2 Buah 1x Perjalanan
Pakaian Ganti 3-4 Pasang 1x Perjalanan
Kamera (SLR, Mirrorless, Pocket atau Gadget Camera 1 Buah + Batere Cadangan 1x Perjalanan
Perlengkapan Makan/Minum 2 Buah 1x Perjalanan
Peralatan Masak 1 Buah + Cadangan Yang Dibutuhkan 1x Perjalanan
Senter 2 Buah 1x Perjalanan
Tenda 1-2 Buah 1x Perjalanan 3-4 Orang
Lampu Tenda 1-2 Buah + Batere Cadangan 1x Perjalanan
Kantong Sampah 4-5 Buah 1x Perjalanan

Beranjak dari Payakumbuh disore hari menuju Bukittingi dan tiba di pos awal pendakian tepat jam 16:30 dan perjalanan disuguhkan dengan hamparan ladang penduduk di Koto Baru. Mengenai persediaan air bersih anda tidak perlu khawatir karena persediaan air berlimpah ruah disepanjang jalur pendakian ini salah satunya Mata Air Koncek dan termasuk juga mata air yang berada di Pos KM 4. Selanjutnya akan melewati hutan bunian dan hutan bambu yang dalam bahasa Minangkabau disebut parak batuang

Berada di salah satu area bebatuan yang licin dengan hembusan angin yang tidak terlalu dingin atau banyak dari pendaki menyebutnya Pintu Angin menjadi titik terakhir sebelum kami tiba di Puncak Gunung Marapi.

“Subhanallah sunggguh indah ciptaan-Mu, hamparan Gunung Singgalang, Gunung Tandikek, Negeri Minangkabau dan gugusan bukit barisan. Gemerlap lampu di Kota Padang Panjang menjadikan kami makhluk yang kecil dan tanpa daya disisi-Mu”

Menjelang pagi sebelum tiba di Puncak Merpati, perjalanan kami hentikan disebuah area batuan cadas, beristirahat sejenak di dalam tenda sambil meneguk secangkir teh hangat. Dalam hati sudah terbesit indahnya hamparan luas pasir hitam, kawah aktif, indahnya Taman Bunga Edelweiss dan mungkin juga menikmati indahnya puncak Gunung Kerinci dari Puncak Merpati ini.

Dengan kemiringan mungkin hampir 45 derajat perjalanan ke Puncak Gunung Marapi kami lalui dengan sisa tenaga dan semangat menggebu. Dan pada akhirnya moment indah itu terpajang rapi dibingkai fotoku.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *